Surah Yasin (Huruf Sandi Al-Quran dan Khitab Kepada Rasulullah Saw)

Dalam surah yang khitabnya kepada Rasulullah Saw ini telah dijelaskan tiga pilar dasar; tauhid, nubuwah dan hari kebangkitan, sebagaimana surah ini juga menjelaskan kondisi dan sikap manusia di hadapan segala dakwah begitu juga hasil yang akan diterima oleh para durjana dan ganjaran yang akan diterima oleh para mutakin di hari kiamat kelak.

`

Dan telah menegaskan bahwa tumbuhnya rerumputan di bumi yang tandus dan kering, munculnya taman-taman dan buah-buahan, berpasang-pasangannya makhluk ciptaan, adanya siang dan malam, rembulan dan matahari dan lain-lain sebagai tanda-tanda kebesaran Allah SWT.

Surah ini juga dikenal dengan hati al-Quran dan Raihanah al-Quran. Ia adalah surah ke-59 yang turun di kota Mekkah dan memiliki 83 ayat.

Surah Shafat (Yang Berbaris)

Dalam ayat pertama, Allah SWT telah bersumpah dengan malaikat yang berbaris, atau dengan barisan para pejuang atau burung-burung yang berbaris, atau barisan orang-orang yang shalat. (hal ini berdasarkan tafsiran yang beragam dalam menentukan arti Shafaat).

Pembahasan inti surah ini adalah penjelasan tentang tauhid, menolak keyakinan kaum musyrikin, terlebih masalah hubungan kekeluargaan antara tuhan dengan jin atau makhluk yang lain. Di samping itu, surah ini juga membahas masalah hari kebangkitan, imbalan bagi penghuni surga dan balasan bagi penduduk neraka. Sebagaimana surah ini juga menyinggung kisah nabi Nuh as dan ujian bagi nabi Ibrahim as untuk menyembelih putranya nabi Ismail as, serta kisah nabi Luth as dan nabi Yunus as.

Surah yang memiliki 182 ayat ini, turun di kota Mekkah pada permulaan kenabian Rasulullah.

Surah Shad

Inti pembahasan surah ini adalah dakwah dan ajakan Rasulullah Saw kepada tauhid dan kemurnian (ikhlas) dalam beribadah. Dalam hal ini, sikap mereka yang setuju dan yang tidak, perseteruan antara kubu kebaikan dan keburukan dan nasib akhir dari keduanya. Surah ini juga menyebutkan sumpah serapah Iblis untuk menyesatkan anak cucu Adam dan hanya orang-orang yang tersucikan saja (Mukhlasin) dari cengkeraman setan.

Surah yang memiliki 88 ayat† ini, turun di kota Mekkah sekitar tahun ke-4 dan ke-5 kenabian.

Surah Zumar

Dari ayat ke-70 hingga akhir surah, dijelaskan bahwa hari kiamat yang menjadi hari pembalasan dan pemberian imbalan bagi kaum kafir dan orang-orang yang bertakwa, kelompok demi kelompok manusia silih berganti menuju nasib akhir dan abadi mereka (Surga atau neraka). Nama lain dari surah ini adalah kamar-kamar (Guraf). Hal ini dikarenakan dalam ayat ke-20 telah disinggung kamar-kamar bertingkat-tingkat para mutakin di surga.

Dalam surah ini, juga dijelaskan masalah keikhlasan beragama untuk Allah dan penyadaran hati untuk menerima kebenaran serta perbandingan kondisi nasib terakhir kaum mukmin dan kafir. Dan secara umum surah ini berkaitan dengan ganjaran atau imbalan perbuatan duniawi kita di akhirat kelak.

Surah ini Makiyah dan memiliki 75 ayat.

Surah Mukmin

Dari ayat ke-27 dan seterusnya, telah dibahas seorang Mukmin di tengahĖtengah keluarga Firíaun.

Dia adalah seseorang yang menerima seruan nabi Musa as di tengah-tengah sistem diktator dan kejam Firíaun. Dia juga secara sembunyi-sembunyi memperjuangkan kepentingan nabi Musa as, sebagaimana ia juga mendukung dan membantu beliau dalam menghadapi konspirasi dan makar Firíaun dan kroni-kroninya.

Nama lain surah ini adalah Ghafir yang bermakna pengampun dosa, di mana dalam ayat ke-3 dari surah ini Allah SWT disifati dengan sifat tersebut. Nama lain yang juga disebut untuk surah ini adalah Thaul yang berarti kenikmatan yang permanen dan pada ayat ini Allah SWT disifati dengan Dzi Thaul, pemilik nikmat yang langgeng.

Pembahasan lain dari surah ini adalah pertentangan antara pengikut kebenaran dan kebatilan, kuasa absolut tuhan di akhirat, misteri hancurnya kekuatan batil dan diktator di masa terdahulu, dakwah nabi Musa as, pengelompokan manusia di akhirat nanti berdasarkan amal perbuatan mereka.

Surah Makiyah yang memiliki 85 ayat ini turun pada tahun-tahun sebelum hijrah nabi ke kota Madinah.

Surah Fushilat (Terbagi-bagi dan berpasal)

Dalam ayat kedua disebutkan:Ēal-Quran ini adalah sebuah kitab yang diturunkan ayat-ayatnya per-bagian-bagian untuk manusia yang memiliki ilmu dan pengetahuan.Ē

Surah ini juga dinamakan surah Mashabih (lampu-lampu) karena dalam ayat ke-12 telah disebut bintang-bintang sebagai perhiasan langit yang sekaligus menjadi lampu-lampu yang terang.

Sebagian orang lebih mengenal surah ini dengan surah ≠Haí Mim Sajadah.

Al-quran, risalah, Allah, hari kebangkitan, wahyu, tauhid, adalah pembahasan-pembahasan yang dibahas dalam surah ini. Surah Fushilat merupakan perwujudan kuasa absolut Allah untuk membinasakan para pendusta dan orang zalim di dunia dan di akhirat kelak saat masa perhitungan amal tiba.

Surah ini memiliki 54 ayat dan turun di kota suci Mekkah pada awal-awal diutusnya Rasulullah.

Surah Syura (Bermusyawarah)

Dalam ayat ke-38 disebutkan: sebuah dasar dan pokok sosial, yaitu musyawarah untuk menjalankan sebuah perkara yang menjadi salah satu ciri-ciri kaum mukminin, orang-orang yang bertakwa, penegak shalat dan bersedekah dan membantu sesama dalam kondisi terdesak.

Poros pembahasan surah ini adalah wahyu dan pesan-pesan yang dikandungnya dan kondisi manusia di hadapannya; menerima atau menolak serta telah dibahas sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah SWT dan †hasil dari segala perbuatan dan jalan lurus ilahi, dan akhirnya kembali melihat kepada pesanggrahan akhir nan abdi di sana dengan berbagai nikmat yang ada. ††

Surah ini, termasuk surah Makiyah dan memiliki 53 ayat dan turun setahun sebelum hijrah.

Surah Zukhruf (Perhiasan)

Dalam ayat ke-33 hingga ayat ke-35 dari surah ini kita membaca tidak berharganya dunia dan materi serta tipu dayanya. Dengan ini, Allah ingin memahamkan bahwa yang bernilai adalah akhirat dan apa yang abadi. Surah ini juga mengkritik keyakinan yang tidak berdasar yang diyakini oleh kaum musyrik. Sebagaimana Allah juga menyalahkan mereka yang bersandar kepada keyakinan menyimpang yang dianut oleh nenek moyang mereka sehingga dapat menjadi landasan kuat untuk sebuah keimanan.

Dalam bagian lain disebutkan cara kecongkakan Firaun dan tolok ukur atau standarisasi penilaian mereka yang salah tentang nilai-nilai yang disebut di atas dan untuk sebuah contoh dibawakan dakwah nabi Isa as.

Masalah lain dari surah ini adalah pembenaran keyakinan menyimpang, perdebatan tentang tauhid, tanda-tanda hari kiamat, pengutusan para nabi terlebih nabi Ibrahim as, nabi Musa as dan nabi Isa as,.

Surah ini adalah surah Makiyah dan memiliki 89 ayat dan turun sekitar tahun 5 dan 6 biísah.

Surah Dukhan (Asap)

Dalam ayat sepuluh dari surah ini disebutkan:Ēnantikanlah hari di mana langit akan diliputi oleh asap tebal dan siksa yang sangat pedihĒ.

Sebagian menganggap asap ini merupakan salah satu tanda hari kiamat dan terjadi sebelum itu. Sebagian lain mengatakan asap ini akan muncul kelak di hari kiamat sebagai bentuk siksaan yang memenuhi mata dan telinga para munafik.

Sebagian lain beranggapan peristiwa ini telah terjadi dan mengatakan asap ini muncul akibat pendustaan dan berpalingnya manusia dari dakwah nabi Saw, yang tak lain berupa kemarau panjang yang datang, kekurangan, kemiskinan di mana-mana sehingga saat mereka melihat ke langit, mata mereka hanya melihat gumpalan asap di sana. Al-hasil† surah ini memuat ancaman bagi mereka yang ragu akan kebenaran al-Quran dan suara kebenaran dan mereka diperingati dengan siksa dunia dan akhirat.

Surah ini juga menjelaskan kisah nabi Musa as dan nasib Firíaun sebagai sebuah contoh dan siksa duniawi dan balasan beragam di neraka kelak. Sebagaimana disebutkan pula imbalan dan pahala yang akan diterima oleh orang-orang yang bertakwa.†

Surah ini memiliki 59 ayat dan turun pada tahun ke-4 dari biísah. Dalam riwayat disebutkan agar supaya surah ini sering dibaca saat menunaikan shalat baik shalat wajib maupun sunah.

Surah Jatsiyah (Bertekuk Lutut)

Dalam ayat ke-28 surah ini disebutkan bahwa pada hari kiamat nanti, setiap umat akan bertekuk lutut dan hadir pada acara perhitungan amal perbuatan mereka, ini merupakan gambaran kekuasaan absolut† Allah SWT di hari kebangkitan kelak.

Surah ini dimulai dengan pembahasan tauhid, syariah Rasulullah Saw dan keharusan memperhatikan tanda-tanda kekuasaan tuhan. Kemudian dilanjutkan dengan ancaman untuk para orang-orang congkak yang berpaling dari tanda-tanda kebesaran tuhan dan para pemuja hawa nafsu dan kesesatan. Lalu diakhiri dengan penjelasan pencatatan amal perbuatan manusia dan pemeriksaanya kelak di akhirat dan imbalan ukhrawi.

Nama lain dari surah ini adalah Syariat dan surah Dahr.

Ia termasuk surah Makiyah dan memiliki 37 ayat dan turun pada tahun ke-8 hijriah.

Surah Ahqaf (Nama Tempat Tinggal kaum ĎAd di Dekat Yaman)

Dalam ayat ke-21 surah ini kita membaca:Ēnabi Hud as telah memperingati kaumnya di kampung halaman mereka (Ahqaf) dengan siksa ilahi. Ahqaf †terletak di kawasan selatan Saudi Arabia yang sekarang sudah tidak ada peninggalannya sama sekali di sana.

Hancurnya kaum ĎAd dan kaum yang lain di sekitar Mekkah serta keimanan sekelompok jin, begitu juga pembahasan-pembahasan tentang hari kebangkitan, tauhid dan kenabian adalah topik-topik lain yang dibahas dalam surah ini.

Dalam pesan terakhir yang ada dalam surah ini disebutkan perintah untuk bersabar dan tabah kepada Rasulullah Saw. Surah ini memiliki 35 ayat dan turun di kota suci Mekkah.

Surah Muhammad Saw

Nama mulia Rasulullah Saw disebut pada ayat kedua dari surah ini.

Surah ini, menjelaskan kaum kafir, metode dan tindakan mereka, juga menjelaskan kaum mukmin dan perbuatan baik dan sifat-sifat luhur mereka. Surah ini juga memaparkan nikmat yang turun untuk kaum mukmin dan siksa yang akan menimpa orang-orang kafir. Disebutkan pula perbandingan dua kutub (kebenaran dan kebatilan) yang berlawanan ini† di dunia dan akhirat. Dan menjelaskan kepada semua pihak bahwa penentangan yang disengaja oleh kaum kafir terhadap Rasulullah Saw dan agama Allah SWT itu hanya akan merugikan mereka sendiri.

Nama lain dari surah ini adalah Qital (Peperangan) karena unsur gamblang peperangan dengan kafir dan pengambilan sikap tegas dihadapkan mereka sangat jelas tampak dari wajah surah ini. Sebagaimana dari gaya bahasanya secara jelas dipahami bahwa surah ini turun di kota Madinah dan turun pada saat kaum muslimin memiliki kekuatan dan persiapan militer. Surah ini terdiri dari 38 ayat.

Surah Fath (Kemenangan)

Dalam ayat pertama surah ini disebutkan kemenangan besar yang diperoleh oleh Rasulullah Saw. Kemenangan yang diperoleh dari Shulh Hudaibiyah (perdamaian Hudaibiyah). Rasulullah Saw bersama 1400 orang keluar untuk memerangi kaum musyrikin. Tiada harapan untuk kembali ke kota Madinah dengan kemenangan luar biasa dan selamat, akan tetapi dengan terjalinnya gencatan senjata selama 10 tahun akhirnya konvoi kembali ke kota Madinah tanpa terjadi peperangan.

Kesepakatan ini, memberikan kemenangan besar, seperti kemenangan di Khaibar pada tahun ke-7 hijriah dan kemenangan di Mekkah (Fath Mekkah) bersama 12 ribu pasukan pada tahun ke-8 hijriah serta masuk Islamnya penduduk Mekkah yang begitu banyak. Masa waktu ini disebut dengan Fath Mubin. Di mana surah ini akhirnya terkenal dengan nama ini juga. Sebagian besar pembahasan surah ini berkaitan dengan masalah intern kaum muslimin tentang baiíat umat manusia dan ungkapan para pencinta kesejahteraan. Sebagaimana disinggung juga tabiat jahiliah di zaman yang terdahulu. Dan jalan lurus berdasarkan ketakwaan yang dibawa oleh Rasulullah Saw.

Pada ayat terakhir, †sembari menjelaskan risalah Rasulullah Muhammad Saw† juga tidak ketinggalan dibahas juga ciri-ciri sahabat beliau di antaranya, mereka tegas dan keras terhadap kaum kafir dan† ramah terhadap sesama muslim.

Surah ini pada turun di kota Madinah pada tahun ke-6 hijriah setelah terjadi peristiwa Shulh Hudaibiyah. Surah ini memiliki 29 ayat.

Surah Hujurat (Kamar-kamar)

Pada ayat ke-4 dari surah ini dijelaskan ketidaksantunan beberapa orang sahabat yang memanggil Rasulullah Saw dari balik kamar.

Surah ini memuat sopan santun dan etika Islam dalam kaitannya dengan Allah dan Rasul-Nya dan tidak mendahului mereka serta wejangan untuk mendamaikan sesama muslim dan sesama spesies juga sistem sosial masyarakat. Secara umum dapat dikatakan surah ini sarat akan etika Islami; melarang meremehkan orang lain, menghina, berburuk sangka, meneliti (di luar batas normal), dan hendaknya takwa dijadikan tolok ukur keutamaan di antara manusia. ďsesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian adalah orang yang paling bertakwaĒ. (ayat ke-13)

Surah ini memiliki 18 ayat, termasuk surah Madaniyah dan turun pada tahun ke-7 hijriah.

Surah Qaf (Salah Satu Huruf Sandi Yang Berada Di Awal Surah)

Kajian paling mencolok surah ini adalah pembahasan hari kiamat dan kondisi manusia di sana. Di sisi lain surah ini juga membahas penciptaan manusia hingga saat kematian dan setelah kematian serta beberapa fenomena atau nikmat yang dirasakan setelahnya. Sebagaimana biasa disebutkan pula akibat dan siksa yang diterima oleh para pendusta.

Surah ini memiliki 45 ayat† dan turun pada tahun ke-5 dari biítsah nabi. Dalam surah ini juga dapat dijumpai seruan untuk bersabar menghadapi celotehan para musyrikin.

Surah Dzariyat (Yang beterbangan)

Di awal surah, kita mendapatkan ungkapan ini; sumpah demi malaikat yang memiliki sifat ini atau dengan angin yang menerbangkan debu atau awan. Hal ini menunjukkan pengaturan umum† Allah SWT dalam alam semesta melalui para malaikat atau angin.

Surah ini menjelaskan masalah hari kebangkitan dan peran pendidikan dan membangunnya yang sangat signifikan dalam perbuatan manusia. Sebagaimana disebut juga kisah-kisah nabi Ibrahim as, nabi Musa as, kaum ĎAd, dan kaum nabi Nuh as serta penjelasan tentang berpasang-pasangannya ciptaan dunia dan tidak ketinggalan pula penjelasan falsafah penciptaan jin dan manusia yang tak lain adalah untuk ibadah. (ayat ke-15). Dan pada akhirnya dibawakan ancaman dan peringatan bagi orang-orang yang zalim dan kafir.

Surah ini adalah surah ke-47, turun di kota suci Mekkah pada tahun ke-7 biítsah, dan memiliki 60 ayat.

Surah Thur (Nama Sebuah Gunung)

Pada awal ayat Allah SWT bersumpah dengan gunung suci Thur Sina yang menjadi tempat munajat Nabi Musa as dengan tuhannya.

Surah ini mengingatkan kembali peristiwa hari kiamat, surga dan neraka. Menjelaskan pula nikmat-nikmat tak terbatas surga juga siksaan yang beragam di neraka bagi para pendusta dan orang-orang kafir. Di akhir juga diminta kesabaran dalam menghadapi perdebatan kaum musyrikin dan keraguan mereka untuk beriman serta pematahan pemikiran syirik mereka.

Surah dengan 49 ayat ini turun di kota suci Mekkah pada tahun ke-4 hijriah. Di dalam hadis disebutkan bahwa memperbanyak membaca surah ini dapat meloloskan seseorang dari penjara.

Surah Najm (Bintang)

Pada awal surah telah disebut sumpah dengan bintang pada saat meredup dan hendak terbenam.

Tujuan umum surah ini adalah penegasan terhadap 3 pilar pokok; ketuhanan, kenabian dan hari kebangkitan. Wahyu, mencela kaum musyrikin karena penyimpangan mereka, dan mengenal masyarakat merupakan topik-topik lain dari surah ini. Secara umum surah ini mendorong manusia untuk menerima panggilan al-Quran dan mencela mereka yang berpaling dari ajaran-ajarannya.

Sebagian juga beranggapan bahwa maksud dari bintang itu adalah al-Quran yang terang benderang yang turun untuk umat manusia. Surah ini Makiyah dan memiliki 62 ayat.

Surah Qamar (Rembulan)

Ayat pertama surah ini menyebut terbelahnya rembulan yang dilakukan oleh Rasulullah Saw karena permintaan kaum musyrikin sebagai sebuah mukjizat dan tanda kekuasaan Allah SWT.

Secara umum surah ini menjelaskan peringatan bagi orang-orang yang mendustakan dan penyari alasan dan hancurnya umat pendusta di zaman terdahulu seperti kaum nabi Nuh as, kaum ĎAd, kaum Tsamud, kaum nabi Luth dan Firíaun sebagai sebuah bukti konkret.† Dan pada akhir surah disebutkan balasan setimpal bagi penduduk neraka dan imbalan manis yang akan diterima oleh para mutakin.

Surah ini memiliki 55 ayat dan turun di Mekkah pada tahun ke-4 biítsah nabi Saw.

Surah Rahman (Pemurah)

Dalam ayat pertama surah ini telah disebut nama Allah SWT sebagai pengajar al-Quran dan pencipta manusia. (ayat pertama)

Surah Rahman berbicara khitab kepada jin dan manusia tentang penciptaan dunia dan nikmat-nikmat yang melimpah dan beragam baik di dunia maupun di surga. Sebagaimana surah ini juga berbicara tentang siksa di neraka. Dan dalam surah yang relative pendek ini Allah SWT mengulang kata:›»«ž ¬Š«Ń —»Ŗ„«  Ŗ–»«šĢ †sebanyak 31 kali: nikmat apa yang kalian ingkari?

Menurut penuturan hadis dari para imam, surah ini disebut juga dengan pengantin al-Quran.

Surah ini memiliki 78 ayat, sebagian ayatnya Makiyah dan sebagiannya lagi Madaniyah.

Surah Waqi'ah (Peristiwa)

Salah satu nama dari hari kebangkitan yang pasti akan terjadi disebut di awal surah dan memberitahukan ciri-ciri dan dampaknya. Pada bagian akhir surah dijelaskan kondisi para penghuni surga dan neraka kelak di sana.

Pada bagian lain dari surah ini juga disebutkan pentingnya al-Quran karim yang telah diturunkan dari sisi tuhan. Dalam surah ini umat manusia dibagi kepada tiga kelompok: kelompok kanan, kelompok kiri dan mereka yang berada di depan dan selalu mendahului.

Surah ini memiliki 96 ayat dan turun di kota suci Mekkah pada awal-awal bi'tsah. Di dalam hadis sangat dipesankan untuk banyak membaca surah ini.

Surah Hadid (Besi)

Dalam ayat ke-25 dari surah ini besi telah disebut sebagai manifestasi kuasa dan manfaat di samping penurunan kitab dan mizan (simbol agama dan keadilan sosial). Besi telah ditakwilkan dengan senjata, seorang imam atau pemimpin dan ada pula yang menakwilkannya dengan Imam Mahdi as.

Tujuan asli surah ini adalah mendorong untuk berinfak di jalan Allah SWT yang bersumber dari keimanan dan takwa. Ikhlas, zuhud, nasihat dan pengetahuan tentang penciptaan dan hari† kebangkitan merupakan topik-topik lain dari surah ini. Dalam sebuah hadis disebutkan: mengingat Allah SWT Maha Tahu bahwa pada akhir zaman nanti akan muncul orang-orang yang memiliki pemikiran yang dalam dan tajam maka diturunkanlah surah Ikhlas dan beberapa ayat dari surah ini (ayat pertama hingga ayat keenam). Al-Mizan juz 19, halaman 168.

Surah ini termasuk Madaniyah. Dan dengan 28 ayat turun pada tahun kelima hijriah.

Surah Mujadalah (Dialog / Berdebat)

Pada ayat pertama disebutkan dialog antara Rasulullah Saw dengan seorang wanita yang telah diDhihar (Saat suami berkata kepada istrinya punggungmu sepeti punggung ibuku) oleh suaminya. Dihar merupakan sebuah jenis pengharaman terhadap istri yang sangat populer di zaman jahiliah.

Dalam surah ini dijelaskan sifat-sifat kaum mukminin dan amal perbuatan mereka juga tindakan yang dilakukan oleh penentang Islam. Juga disebut pula pelarangan untuk berbisik-bisik di telinga dan siksa bagi mereka para musuh-musuh Allah atau kelompok (partai) setan. Dan pada bagian akhirnya dijelaskan pula ciri-ciri Hizbu Allah SWT.

Surah ini memiliki 22 ayat dan turun di kota Madinah pada tahun kesembilan hijriah.

Surah Hasyr (Bangkit)

Dalam ayat kedua disebutkan, Allah SWT untuk pertama kali mengeluarkan para Ahli kitab (Yahudi dan Nasrani) yang kafir dari (benteng-benteng mereka).

Para Yahudi beranggapan bahwa dengan adanya benteng dan pembatas, mereka tidak akan dapat dikalahkan, akan tetapi di tangan Rasulullah Saw dan para mukmin mereka mengalami kekalahan dan akhirnya mereka keluar dan terusir dari benteng-benteng mereka. Ini terjadi akibat janji yang tidak mereka tepati (yahudi bani Nadhir). Oleh karena itu surah ini disebut juga dengan surah bani Nadhir.

Surah ini termasuk Madaniyah dan turun pada tahun keempat hijriah dengan 24 ayat.

Surah Mumtahanah (Wanita yang Diuji)

Dalam ayat kesepuluh kita membaca:" ujilah istri-istri kaum mukminin yang hijrah bersama kalian, jika mereka benar-benar beriman, maka †janganlah kalian kembalikan mereka kepada kaum musyrikin karena mereka haram bagi (kaum musyrikin).

Dalam surah ini telah dipaparkan batasan-batasan cinta dan permusuhan, politik internal mukminin, relasi dengan para musuh, beberapa pembahasan tarbiyah dan mengingat hari kebangkitan.

Permasalahan surah ini antara lain hukum-hukum berhijrah, cara bai'at dan keimanan wanita muslim. Surah yang memiliki 13 ayat ini turun pada tahun kesepuluh hijriah. Nama lainnya adalah Imtihan dan Mar'ah. Sebab turunnya Ayat pertama hingga sembilan surah ini berkaitan dengan mata-mata yang dilakukan oleh seseorang untuk kepentingan kaum musyrikin dan laporan militer tentang keputusan kaum muslimin untuk berperang dengan kaum musyrik. Dan dari sini dilarang berhubungan dengan kaum musyrikin.†

Surah Shaf (Barisan)

Allah SWT mencintai para pejuang di jalan-Nya yang berbaris seakan-akan sebuah logam kokoh. Pembahasan ini disebut dalam ayat keempat surah ini.

Surah ini merupakan dorongan dan penggerak bagi kaum muslimin untuk berperang dengan musuh dan memperkenalkan Islam sebagai lentera ilahi serta memberikan kabar gembira akan kemenangan Islam tersebut atas agama-agama yang lain.

Nama lain dari surah ini adalah Hawariyun, mengingat pada akhir ayat surah ini dijelaskan permohonan bantuan nabi Isa as dari Hawariyun untuk membela agama Allah SWT.

Secara umum ayat-ayat surah ini berkaitan dengan dua topik utama; akidah dan jihad. Surah yang memiliki 14 ayat ini pada tahun kedua hijriah turun di kota Madinah.

Surah Jum'ah

Jumat adalah hari besar dan hari raya dalam setiap pekan dalam budaya agama Islam. Hari berkumpulnya manusia di masjid-masjid dan perkumpulan agama. Hari diadakannya shalat Jumat yang megah (ini merupakan ibadah politik dan sosial) dan penegakan syiar tersebut.

Dalam surah ini setelah menyifati tuhan, disebutkan penjelasan falsafah kenabian dan risalah, indikasi terhadap kaum Yahudi dalam kaitannya dengan agama. Allah mengajak dan menyeru manusia untuk melaksanakan shalat Jumat. (ayat kesembilan).

Pada rakaat pertama shalat Jumat surah ini senantiasa dibaca. Jumat dan shalatnya di dalam budaya Islam memiliki peran yang cukup signifikan dalam mendidik, mengader, mengajarkan dan memperkokoh pilar-pilar masyarakat Islam.

Surah Jumah memiliki 11 ayat, turun di kota Madinah pada tahun kedua hijriah.

Surah Munafiqun

Dalam surah ini dijelaskan sikap dan metode para munafik dan ciri-ciri† psikologis mereka serta konspirasi dan kebohongan mereka. Dan menjelaskan kepada para muslim bahwa mereka adalah musuh-musuh nomor wahid mereka.

Surah ini juga dibaca dalam shalat Jumat sehingga dapat menjadi pengingat bagi muslimin akan bahaya kemunafikan yang dapat terjadi. Surah ini turun sebab Abdullah bin Ubay (ketua kaum munafik) saat itu.

Surah ini memiliki 11 ayat dan turun di kota Madinah pada tahun ketiga hijriah. Sebagian kelompok mengatakan surah ini turun pada salah satu malam peperangan Tabuk.

Surah Tagabun (Penipuandan Penyesalan)

Hari Tagabun †merupakan salah satu nama dari hari kiamat yang disebut dalam ayat kesembilan surah ini. Hal ini disebabkan dalam hari kiamat nanti, manusia yang tidak begitu beramal untuk kehidupan abadi mereka dan tidak menimbun amal perbuatan saleh atau mereka membawa maksiat dan dosa semuanya akan merasa rugi dan menyesal.

Dalam ayat kesembilan hari kiamat disebut dengan† nama ini Tagabun dan secara umum surah ini mendorong kita untuk banyak berinfak sehingga manusia tidak difitnah / diuji dengan harta dan anak dan di hari kiamat kelak tidak merasa tertipu dan menyesal.

Surah ini memiliki 18 ayat dan termasuk surah-surah Madaniyah al-Quran.

Surah Thalaq (Bebas dan Perceraian)

Dalam surah ini telah dibahas hukum-hukum dan masalah umum tentang talak dan iddah seorang wanita yang telah dicerai juga †hukum-hukum keluarga dan lain-lainnya.

Oleh karena itu surah ini memiliki nama lain yang tak lain adalah surah Nisa'. Selain masalah di atas surah ini juga memuat nasihat-nasihat dan kabar gembira. Dan mengingatkan sebuah kaum yang dihancurkan karena telah berpaling dari perintah Allah SWT.

Surah ini turun di kota Madinah antara tahun ketujuh dan kesembilan hijriah dan memiliki 12 ayat.

Surah Tahrim (Pengharaman)

Pada awal surah ini, Allah SWT mempertanyakan rasul-Nya, kenapa untuk menarik perhatian sebagian istrinya, beliau mengharamkan terhadap dirinya apa yang telah dihalalkan oleh tuhan?

Ungkapan ini mengandung sindiran, yang pada hakikatnya sindiran atau celaan ini mengarah kepada istri-istri beliau tadi yang karena tindakan mereka Rasulullah Saw mengambil sikap itu. Telah diriwayatkan topik permasalahan tersebut adalah masalah keluarga.

Setelah permasalahan tersebut, dimulai pembahasan-pembahasan baru di antaranya; mengingat hari kiamat, siksa neraka, ajakan untuk bertaubat, perintah untuk berperang melawan kaum kafir dan munafik. Pada akhir surah diperkenalkan istri Nabi Nuh as dan istri nabi Lut as sebagai contoh istri yang tidak baik. Sedang dibawakan istri Fir'aun dan siti Maryam sa sebagai percontohan kesetiaan, keimanan, amal dan harga diri.

Surah Tahrim termasuk surah-surah Madaniyah dan turun pada tahun kesepuluh hijriah, surah ini memiliki 12 ayat.

Surah Mulk (Kerajaan)

Kerajaan dan pemerintahan itu di tangan Allah SWT yang Maha Kuasa. Dengan penggalan ini surah ini dimulai. Surah ini juga menjelaskan tentang Allah SWT, penciptaan bumi, langit dan hewan. Juga mengingatkan hari kiamat, balasan dan ganjaran, nikmat dan siksa Allah. Tujuan umum surah ini adalah menjelaskan pengaturan umum Allah SWT† terhadap dunia.

Surah ini turun di kota Mekkah setelah surah Thur pada tahun ketujuh biítsah. Surah† ini memiliki 30 ayat. Telah dipesan di dalam riwayat-riwayat untuk banyak membaca surah ini. Nama lain dari surah ini adalah surah Tabarak.

Surah Qalam

Pada awal-awal surah ini, Allah SWT telah bersumpah dengan qalam dan apa yang digunakan untuk menulis.

Sumpah dengan pena dan apa yang dapat menulis dari agama seorang nabi yang Ummi (yang tak kenal tulis menulis) di antara kaumnya sendiri menjadi senjata bagi lawan dan musuh-musuhnya untuk menudingnya sebagai orang gila dan tidak waras, ini merupakan mukjizat lain yang dimiliki oleh al-Quran karim.

Surah ini turun setelah surah ĎAlaq dan sebagian lagi mengatakan bahwa surah ini merupakan surah kedua yang turun kepada nabi Saw.

Surah ini, dalam rangka menepis tuduhan gila / tidak waras yang dialamatkan kepada Rasulullah Saw dan sekaligus penguat akan risalah beliau, juga telah memerintahkannya untuk berpaling. Setelah sedikit banyak menjelaskan masalah akhirat, surga dan balasan di sana, surah ini kemudian menganjurkan untuk bersabar dan tabah dalam berpendirian. Ayat populer† ś «š ŪŖ«Ō ...† yang digunakan untuk menolak hal-hal yang buruk disebut dalam akhir surah ini.

Surah ini memiliki 52 ayat dan turun di kota Mekkah pada awal-awal biítsah nabi.

Surah Haqqah (Apa Yang Benar)

Haqqah merupakan salah satu nama hari kiamat. Pasti dan tidak ada keraguan sedikitpun di sana, hari yang pasti dan benar. Tanpa hari kebangkitan kehidupan dan ciptaan akan terasa hampa dan tak berguna.

Kata ini diulang dalam tiga ayat pertama surah ini. Kemudian menjelaskan sifat kiamat dan kaum-kaum terdahulu dan kemudian kembali kepada masalah hari kiamat dan wahyu.

Dalam riwayat-riwayat disebutkan bahwa ayat ini turun berkaitan dengan imam Ali as.†

Ia adalah sebuah kepastian dan kebenaran juga yang memiliki banyak penentang.

Surah ini begitu berirama dan bergema dan dengan 52 ayat, surah ini turun di kota Mekkah pada tahun ketiga atau keempat biítsah.

Surah Maíarij (Tangga-tangga)

Pada ayat ketiga dan keempat disebutkan bahwa Allah disebut dengan nama pemilik tangga-tangga di mana para malaikat dan ruh membumbung dan terbang menuju ke arahnya. Iya, Allah SWT† telah menjadikan beberapa program pendidikan yang begitu banyak baik dalam penciptaan maupun syariat untuk ketinggian dan keluhuran hidup manusia.

Inti pembahasan surah ini berkisar masalah hari kebangkitan. Akidah yang sangat berpengaruh dan penuh pendidikan ini dikenalkan sebagai faktor kontrol dan ketakwaan.

Surah ini memiliki 44 ayat dan turun di kota suci Mekkah pada awal-awal biítsah.

Surah Nuh as

Dalam surah dijelaskan kisah nabi Nuh as dengan kaumnya dan dianggap sebagai eksperimen dan eksperimen- eksperimen dakwah ilahi di atas muka bumi serta sikap para penentang mereka dan selain itu pertentangan antara kebenaran dan kebatilan. Ketabahan nabi Nuh as dalam berdakwah di jalan Allah SWT merupakan ilham untuk bersabar. Sedang† kebinasaan kaumnya merupakan ancaman dan peringatan bagi para pendustanya.

Surah ini turun di kota suci Mekkah setelah surah Nahl †pada tahun keempat biítsah nabi serta memiliki 28 ayat.

Surah Jin (Makhluk Yang Tak Dapat Dilihat Dengan Ciri-ciri yang Unik)

Allah SWT memiliki beberapa makhluk dan hamba. Salah satu dari mereka adalah jin. Dalam surah ini telah disebutkan sekelompok dari jin dan reaksi mereka terhadap lantunan ayat-ayat suci al-Quran dan dakwah Rasulullah Saw, sebagian dari mereka beriman dan sebagian yang lain ingkar dan berpaling.

Surah ini telah membuka pintu lagi bagi manusia menuju dunia lain dan membuktikan ciptaan tuhan yang tak terbatas. Sehingga mereka sadar bahwa selain mereka ada makhluk lain yang mengenal Allah SWT† dan berakal serta patuh akan sunah-sunah ilahi.

Surah ini turun pada tahun keenam biítsah. Pada saat nabi Saw pergi berdakwah menuju daerah Thaif yang dihuni oleh kabilah Tsaqif. Selain menolak dakwah itu mereka juga menyakiti Rasulullah Saw. Dan saat beliau kembali Allah SWT menurunkan ayat-ayat surah ini.

Sebagian orang berkeyakinan surah ini turun setelah wafatnya Khadijah istri tercinta beliau dan paman beliau Abu Thalib. Dan kurang lebih satu atau dua tahun sebelum peristiwa hijrah.

Surah jin memiliki 28 ayat dan termasuk surah Makiyah.

Surah Muzammil (Orang Yang Berselimut)

Ayat pertama yang kita baca menjelaskan kepada kita khitab yang ditujukan kepada Rasulullah Saw saat awal bi'tsah, di Dar An-Nadwah kaum musyrikin tidak menerima dakwah beliau dan senantiasa berusaha untuk mencegah beliau. Rasulullah Saw sangat sedih dan dengan perasaan terluka beliau kembali ke rumah.

Akan tetapi wahyu yang dibawa oleh malaikat Jibril telah datang dan menghibur beliau seraya mengajak beliau untuk bangkit dan beribadah di malam hari, memohon bantuan dengan bermunajat, membaca al-Quran dan tabah menghadapi celotehan para penentang. Dan beliau akan dibantu untuk menghadapi perlakuan dingin dan kasar yang dilakukan oleh penduduk Mekkah. Dan pada akhir surah disebutkan perintah untuk bangun dan bermunajat di malam hari dan membaca ayat-ayat suci al-Quran kepada Rasulullah saw.

Surah ini turun di kota Mekkah (pada awal-awal bi'tsah) dengan 20 ayat.

Surah Mudatsir (Orang Yang Berselimut)

Saat Rasulullah Saw berada di gua Hiraí beliau dilantik sebagai rasul dengan turunnya ayat ďbacalah....Ē beliau kembali ke rumah dan sangat terpengaruh dengan wahyu tersebut. Beliau berselimut lalu berangkat tidur. Maka turunlah surah ini dan kemudian beliau dipanggil untuk bangkit, memperingati dan bertakbir.

Surah ini termasuk surah yang pertama kali turun. Menurut beberapa orang surah ini adalah surah kedua yang turun, entah setelah surah Muzamil atau setelah surah Iqraí. Surah ini berbicara tentang risalah, hari kiamat, musyrikin, para malaikat dan pemberian peringatan. Selain itu, surah ini juga menyebutkan faktor-faktor seperti meninggalkan shalat dan kikir terhadap orang miskin dan pendustaan† akan hari kiamat menjadi sebab tertimpanya siksa neraka Jahanam. Surah ini memiliki 56 ayat dan termasuk surah-surah Makiyah.

Surah Kiamat

Kiamat adalah nama sebuah kebangkitan yang umum dan menyeluruh. Hari di mana semua akan bangkit dari kubur masing-masing dan akan menuju ke tempat perkumpulan akbar untuk menentukan nasib terakhir dan abadi, di surga atau di neraka. Dalam ayat pertama telah disebut Allah SWT telah bersumpah dengan hari kiamat, dan secara jelas mengingatkan manusia akan dahsyatnya hari itu.

Dalam ayat-ayat selanjutnya disebutkan pula tanda-tanda hari akbar itu dan kondisi manusia saat menghembuskan nafas terakhirnya. Dan menjelaskan pula bahwa penciptaan makhluk akan menjadi sia-sia jika hari kebangkitan tidak terjadi. Surah ini memiliki 40 ayat dan turun di kota suci Mekkah pada tahun ketiga bi'tsah.

Surah Dhar †(Masa)

Pada ayat pertama disebutkan masa yang telah dilewati oleh manusia yang sudah tidak dapat kembali (dihiraukan) lagi. Setelah itu surah ini menjelaskan penciptaan manusia dan dihadapkannya makhluk ini kepada dua jalan; bersukur atau tidak.

Mengingat pembahasan surah ini berkaitan dengan manusia, amal perbuatan, ikhlas, pengorbanan dan nasib akhir di hari kiamat berupa kebaikan, maka surah ini juga dikenal dengan surah Insan.

Surah ini juga dikenal dengan nama Hal Ata, karena surah ini dimulai dengan kata ini.

Surah ini turun di kota Madinah. Dan menurut penukilan riwayat surah ini turun dalam rangka memuji imam Ali as, siti Fatimah sa yang karena nazar, mereka berpuasa. Saat† berbuka mereka memberikan makanan sederhananya kepada seorang miskin, yatim dan tawanan. (ayat kedelapan) dan mereka mencukupkan air putih sebagai santapan buka. Dalam ayat-ayat selanjutnya telah disebutkan juga kenikmatan Allah SWT untuk penduduk surga dan pahala yang baik bagi mereka di akhirat nanti serta perintah untuk bersabar dan tabah.

Surah ini memiliki 31 ayat dan turun setelah surah Rahman.

Surah Mursalat (Yang Telah Diutus)

Maksud dari mursalat (yang dibuat sumpah oleh Allah SWT† pada awal surah) malaikat yang turun naik membawa wahyu kepada para nabi as. Atau topan yang dikirm sebagai tanda akan datangnya hari kiamat dan gambaran akan mahsyarh sebagai pentas akbar.

Penekanan utama surah ini adalah tentang hari kiamat dan berkali-kali memberikan peringatan kepada para pengingkarnya. Ayat† śŪŠ Ūś„∆– ŠŠ„Ŗ–»ŪšĢ† dalam surah ini telah diulang sebanyak 10 kali. Dan dijelaskan juga pentas-pentas dari dunia dan akhirat serta hakikat-hakikat eksistensi.

Surah ini turun di Mekkah, di sebuah gua di Mina pada tahun kedua hijriah setelah surah Humazah dan memiliki 50 ayat.

Surah Naba' (Kabar)

Kabar penting tentang hari kiamat yang selalu dipertanyakan oleh manusia, telah disebut dalam ayat pertama surah ini. Dalam sebagian riwayat kbar itu telah ditakwilkan kepada Imam Ali as. (al-Mizan juz 20, halaman 261).

Nama lain dari surah ini adalah 'Amma yang berarti tentang apa? Hal ini disebabkan surah ini dimulai dengan kata ini. Nama ketiganya adalah surah Tasaalun (bertanya satu sama lain). Dan terkadang juga disebut dengan surah Mu'sharat, karena kata ini disebut dalam ayat ke-14.

Inti pembahasan surah ini urgensitas dan kepastian hari kiamat disertai dalil-dalil dan gambarannya. Mengingat kabar bersumber dari sistem yang kokoh, maka untuk menjelaskannya digunakan sistem alamiah dan natural seperti siang dan malam sebagai sebuah perumpamaan. Dan mengingatkan hari yang tak dapat diingkari itu yang membuat penyesalan di hati orang-orang kafir.

Surah ini turun di Mekkah setelah surah Ma'arij, pada tahun kedua bi'tsah dan memiliki 40 ayat.

Surah Nazi'at (Yang Mencabut)

†Allah SWT dalam ayat pertama telah bersumpah dengan Nazi'at, para malaikat yang mencabut nyawa manusia atau yang mencabut nyawa orang kafir dengan keras dan kasar atau bintang-bintang yang redup di satu ufuk dan muncul di ufuk yang lain.

Al-hasil, Allah SWT telah menyebutkan bahwa malaikat sarana bagi-Nya dalam mengatur alam dan menjelaskan petingnya peran mereka. Dalam surah ini juga dibawakan kisah kenabian nabi Musa as dan dakwah beliau kepada Fir'aun yang congkak kepada penyucian diri dan hidayah. (ayat ke-15).

Dan selanjutnya, surah ini menetapkan akhirat dan kiamat serta kondisi manusia baik di surga maupun di neraka. Surah ini pada awal-awal bi'tsah, turun di kota Mekkah dengan 46 ayat. Surah ini turun setelah surah Naba'.

Surah 'Abasa (Bermuka Masam)

Surah ini, mengecam saat orang-orang kaya dan bermodal lebih didahulukan dari pada orang-orang miskin.

Pada satu saat, para pembesar bangsa Quraisy berkumpul di hadapan Rasulullah Saw di mana Abdullah bin Ummi Maktum, seorang tuna netra datang. Dengan datangnya dia ada seseorang yang bermuka masam. Orang tersebut, entah Rasulullah Saw sendiri, atau seorang dari bangsa Umayyah, sesuai dengan perbedaan riwayat yang ada. Allah mengecam tindakan ini dan mengingatkan beberapa poin-poin etika dan tarbiyah.

Surah ini juga diteruskan dan diakhiri dengan pembahasan fase-fase penciptaan manusia, nikmat-nikmat Allah SWT, muka-muka penuh ceria dan kecut di akhirat.† Nama lain dari surah ini adalah 'Ama.

Surah ini turun di Mekkah setelah surah Najm pada tahun kedua bi'tsah dan memiliki 42 ayat.