Metode Menghafal Al-Quran

Untuk menghafal kitab suci al-Quran karim, hendaknya kita memperhatikan  beberapa poin berikut ini.

  1. Niat kita untuk menghafal al-Quran adalah berusaha “akrab” atau dekat dengan Allah SWT dan mengenal secara lebih detail kandungan kitab suci al-Quran. Dan lazim kita selalu mengharap dari-Nya dan para imam maksum untuk membantu kita untuk mendapatkan hal ini (menghafal al-Quran). Sebagaimana sangat baik sekali jika saat sedang menghafal selalu dalam keadaan suci (berwudu') dan menghadap kiblat.
  2. Memulai hafalan dari usia dini (kanak-kanak) sehingga ayat-ayat kitab suci ini semakin mendarah daging dalam jiwa kita dari sejak kecil.
  3. Saat menghafal, hendaknya ayat yang sedang kita baca di baca secara benar dan dengar suara dan lantunan yang biasa sehingga dapat menghafal dengan mudah.
  4. Membaca ayat-ayat suci al-Quran dengan nada dan intonasi arabi dan dengan renungan dan ketelitian.
  5. Mempelajari tartil sehingga dengan metode itu pula kita menghafal al-Quran.
  6. Sangat baik jika hafalan kita diiringi dengan tajwid yang baik pula, sehingga kita dapat membacanya dengan baik saat menghafal.
  7. Untuk menghafal al-Quran hendaknya kita menggunakan satu kitab al-Quran sehingga tempat dan posisi ayat itu semakin lengket di benak kita.
  8. Untuk kesempatan pertama ambillah waktu setengah jam, kemudian untuk kesempatan berikutnya tambahlah waktu itu. Contohnya pada bulan pertama kita pergunakan setengah jam setiap harinya, bulan kedua  satu jam perhari dan pada bulan ketiga satu jam setengah perhari. Akan tetapi, semakin banyak waktu yang kita sisihkan untuk menghafal al-Quran akan lebih baik. Dengan kata lain menghafal al-Quran harus ada batas minimal namun untuknya tidak ada batas maksimal.
  9. Menghafallah dalam waktu yang telah ditentukan dan teratur, seperti setiap jam tujuh pagi. Sebagaimana jika kita tidak sempat menghafalnya pada sebuah hari, maka hendaknya diganti ketinggalan tersebut pada waktu berikutnya.
  10. Mulailah menghafal dari surat-surat pendek juz ketiga puluh al-Quran, sehingga kita dapat mengetahui hasil hafalan kita secara lebih cepat, di mana itu membuat hati kita lebih cepat bangga dan percaya diri.. Begitu juga hendaknya kita  juga menghafal dan menghitung jumlah ayat yang telah kita hafal.
  11. Cobalah sekali dengan bacaan lambat, sekali juga dengan bacaan sedang dan sekali dengan bacaan cepat. Carilah mana yang lebih sesuai bagi anda. Biasanya metode bacaan sedang lebih sesuai dan cepat dihafal.
  12. Menghafallah di tempat yang sederhana, tetap, yang tenang dan hawa yang sehat dan bebas. Karena pada tempat seperti ini seseorang lebih cepat mendapatkan konsentrasi. Sebagaimana sangat baik jika beberapa menit kita kosongkan benak kita dari pikiran-pikiran yang lain.
  13. Sebagian berkeyakinan menghafal al-Quran sangat cocok jika dilakukan pada awal subuh –terutama sebelum terbitnya matahari-. Sebagian orang berkeyakinan waktu terbaik untuk menghafal al-Quran adalah di akhir malam seperti sebelum tidur-. Jadi anda dapat memilih dua waktu itu.
  14. Janganlah menghafal al-Quran saat gelisah, gundah, lapar, haus, letih, mengantuk, sumpek, marah, setelah makan dan yang lain. Karena, untuk menghafal  diperlukan  kebugaran kesegaran yang prima sehingga kita dapat menghafalnya dengan lebih baik. Begitu juga saat menghafal janganlah kita sibuk dengan pekerjaan lain seperti mengobrol atau yang lain.
  15. Gunakanlah al-Quran yang sedang, tidak terlalu kecil dan juga tidak terlalu besar. Begitu juga ukuran hafalan kita hendaknya dihitung dengan halaman bukan dengan ayat, karena ukuran ayat satu dengan yang lainnya tidak sama, ada yang panjang sekali dan ada  yang pendek sekali. Seperti setiap hari kita menghafal al-Quran sebanyak satu halaman bukan 10 ayat dalam sehari.
  16. Menghafal al-Quran butuh pada pengulangan, pengulangan dan pengulangan. Oleh karena itu latihan yang berkesinambungan akan membuat kita tidak lupa akan hafalan yang telah ada. Juga sangat baik jika hafalan kita lakukan dalam tenggang waktu yang beragam, seperti kita latihan setengah jam di waktu pagi hari dan setengah jam di tengah malam.
  17. Untuk memanfaatkan waktu yang lebih banyak, hendaknya kita menghafal dan mengulang di mana saja itu memungkinkan bagi kita, seperti di atas kendaraan, sehingga tidak ada kesempatan kecuali kita mengulang dan mengulang.
  18. Janganlah menggunakan al-Quran yang memiliki terjemahan, karena bisa jadi terjemah itu mengganggu konsentrasi kita nantinya. Walaupun sangat baik sekali setelah menghafal kita juga memperhatikan kandungan bagian darinya.
  19. Mengenal tata bahasa Arab sangat membantu mempercepat hafalan al-Quran.
  20. Sebagian hafiz al-Quran mengatakan untuk memulai menghafal al-Quran hendaknya dimulai dengan menghafal nama-nama surat. Dengan membaginya kepada beberapa bagian, seperti lima surat terlebih dahulu, lalu lima surat berikutnya dan begitu seterusnya, diulang-ulang sehingga secara sempurna dan kuat hafalan itu lengket di benak kita.
  21. Untuk menghafal al-Quran, pertama ayat pertama dari surat tersebut kita hafalkan terlebih dahulu, setelah hafal, ayat itu kita baca lagi lalu kita menghafal ayat kedua. Kemudian dua ayat tersebut kita baca, lalu menghafal ayat ketiga, lalu kita baca ketiganya dan beranjak kepada ayat keempat. Dan begitulah seterusnya hingga satu halaman selesai. Halaman demi halaman yang ada hendaknya dilakukan seperti itu hingga akhir dari pada al-Quran. Poin penting yang perlu diperhatikan di sini adalah sebelum sebuah  bagian al-Quran kita hafalkan secara mendalam dan kuat janganlah beranjak kepada bagian yang lain.
  22. Sebagian dari ayat al-Quran dapat dihafal dengan hanya sekali baca saja, ada yang dua kali ada pula yang tiga kali ada juga yang harus berulang kali diulang sehingga dapat dihafal oleh seseorang. Oleh karena itu janganlah disamakan semua ayat al-Quran. Pengulangan dan latihan tergantung kepada kekuatan hafalan, kondisi tempat dan waktu panjang atau pendek sebuah ayat.
  23. Jika ayat begitu panjang maka hendaknya ayat tersebut dibagi-bagi, pertama bagian pertama tersebut kita hafal, lalu bagian pertama yang kita hafal tersebut kita ulang dan baca, baru kita menuju kepada bagian kedua. Dan begitu seterusnya.
  24. Dalam menghafal ayat-ayat yang memiliki kemiripan butuh kepada latihan, kedetilan dan latihan yang lebih banyak. Artinya jika ayat lain kita mengulangnya sebanyak lima kali, ayat semacam ini kita ulang sepuluh kali.
  25. Setiap surat atau bagian darinya yang kita hafal, bacalah di hadapan seseorang, sehingga dia menegur kesalahan yang kita lakukan. Artinya salah satu metode yang baik adalah saling memperdengarkan hafalan kita kepada orang lain.
  26. Mendengar kaset tartil atau cd memiliki pengaruh yang begitu besar dan baik dalam menghafal al-Quran dengan metode yang baik dan indah.
  27. Menghafal al-Quran itu sulit tapi yang lebih sulit dari itu adalah menjaga hafalan yang sudah ada. Oleh Karena itu, hendaknya kita berusaha semaksimal mungkin untuk selalu mengulang-ulanginya.

Selamat Menghafal